Sunday, November 29, 2009

[TDJarkom2009][Sesi7][0906503856-Revaldo Ilfestra Metzi Zen] davies01, voida02

[category TDJarkom2009]
[title
Revaldo Ilfestra Metzi Zen(0906503856) - davies01, voida02]

Using and Determining Location in a Context-Sensitive Tour Guide [davies01]

Dalam sebuah pervasive environment, sangat dibutuhkan sekali device yang mengetahui konteks sekitarnya, yang dapat membantu user dalam melakukan pekerjaannya. Paper ini  merupakan sebuah langkah awal untuk menuju ke arah tersebut. Dalam paper ini dibahas mengenai bagaimana membangun sebuah sistem yang context awaraness. Sistem ini dijalankan pada sebuah alat tour guiding, yang membantu usernya dalam menentukan kemana saja dia ingin melakukan wisata. Sistem yang bernama guide ini akan menghasilkan output berupa rute-rute yang harus dilewati wisatawan, berdasarkan keinginan wisatawan, keterbatasan waktu dan biaya, lokasi tempat, cuaca dan lain-lain yang berhubungan dengan wisata.

Dua topik yang dibahas dalam paper ini adalah bagaimana menentukan lokasi dari wisatawan dan bagaimana teknik menghasilkan tour yang optimal untuk wisatawan. Dalam menentukan lokasi dari wisatawan, pada awalnya ingin menggunakan perangkat GPS namun karena GPS kurang akurat dan  lebih menghabiskan baterai dan biaya maka digunakanlah perangkat Wave LAN yang tersambung kepada network untuk menentukan posisi dari wisatawan. Masalah muncul ketika bagaimana menghasilkan tour yang optimal, karena jumlah komputasi yang dilakukan meningkat secara eksponensial berdasarkan jumlah tempat wisata yang ingin dikunjungi. Permasalahan ini menyebabkan adanya open problem bagaimana menghasilkan suatu tour yang optimal bagi turis yang menggunakan alat ini. Salah satu cara yang disuggest oleh penulis paper ini adalah dengan menggunakan destination concept. Cara ini adalah dengan mengcluster-cluster tempat-tempat wisata sehingga perhitungan menjadi berkurang. Kemudian cara yang lainnya adalah dengan mengirimkan komputasinya kepada server terdekat.

Inilah salah satu pendekatan kepada pervasive computing dimana harus context awareness. Untuk masalah yang lebih sederhana saja sudah mengalami kendala, seperti penghitungan tour yang optimal itu, dikatakan dalam paper ini jika sudah melebihi dari sembilan tempat wisata, alat ini tidak bisa membentuk tour yang optimal. Bayangkan jika hal ini terjadi pada sebuah lingkungan yang pervasive dimana tempat itu tidak dalam hitungan jari namun sudah hitungan ribuan ratusan. Maka ini merupakan tantangan tersendiri bagi para peneliti di pervasive computing dalam menciptakan sebuah environment yang context awarenessnya bagus.

Integrating Virtual and Physical Context to Support Knowledge Workers [voida02]

Paper ini membahas tentang membangun suatu sistem yang membantu untuk knowledge worker(Pegawai yang mengumpulkan dan menginterpretasikan informasi). Sistem yang digunakan bernama Kimura. Sistem ini mempermudah knowledge worker untuk mendapatkan informasi dari lingkungan kantornya. Kimura ini memiliki dua kontribusi yaitu menggunakan konteks virtual dari desktop user untuk mengklasifikasi, menginterpretasi dan menvisualisasi bentuk lain virtual dan physical context. Yang kedua adalah mengintegrasikan virtual dan physical context dalam bentuk visualisasi untuk user sehingga membantunya untuk mengintrepetasikan dan bertindak sesuai informasi yang ada. Dengan menggunakan kimura sistem ini dapat dilihat apa saja yang dilakukan karyawan, apa saja yang telah diprint di kantor, karyawan di kantor tersebut browsing ke situs apa saja, dan berbagai macam urusan kantor. Sistem ini membagi user desktop menjadi dua bagian utama yaitu focal region dan peripheral display. Dari peripheral display ini user menerima informasi yang didapatkan dari kantor. Open problem dari masalah ini adalah informasi mana saja yang harus ditampilkan oleh sistem dan yang harus tidak ditampilkan, cara pengambilan keputusan ini masihlah dapat diteliti lebih lanjut

Masalah yang muncul disini adalah mengenai privacy, karena jika setiap kerjaan kita dipantau di kantor sebagai karyawan mungkin agak risih juga, diharapkan kedepannya sistem ini bisa membagi mana yang pribadi mana yang kantor. Untuk lingkungan yang pervasive menurut saya sistem ini digunakan oleh orang yang berwenang sebagai admin sehingga dia yang memantau segala informasi yang ada dan melakukan tindakan yang tepat. 

No comments:

Post a Comment