[category TDJarkom2009]
[title I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan(906503780) – Narayanan03, Zhong05]
[Narayanan03]:
Berikut adalah beberapa hal yang dirasa perlu untuk diperhatikan berkaitan dengan paper "Proceedings of MobiSys 2003: The First International Conference on Mobile Systems, Applications, and Services" dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Di dalam paper ini dibahas mengenai multi-fidelity computation yang didukung dengan predictive resource management. Namun tidak dijelaskan mengenai detail parameter yang jelas dan terperinci dari cakupan multi-fidelity yang dimaksud disini. Seharusnya hal tersebut dijelaskan secara terperinci sehingga para pembaca menjadi tahu dan dapat melakukan analisa lebih jauh dari kesimpulan yang diperoleh dalam paper ini. Atau dengan kata lain, para pembaca menjadi lebih paham mengenai pada kasus apa pendekatan ini dapat diimplementasikan.
2. Pada proses rendering dengan high fidelity tampak jelas perbedaan kualitas gambar dengan yang low-fidelity, tentunya hal ini akan berpengaruh juga dengan resource yang dibutuhkan seperti daya listrik, kebutuhan kartu grafis yang lebih tinggi, memory dan beberapa resource yang berkaitan lainnya.
3. Didalam paper ini disebutkan pemanfaatan machine learning dalam menentukan log untuk mengukur demand, saya masih belum paham apakah tehnik machine learning yang dipakai termasuk supervised atau unsuvervised. Dalam hal mekanisme learningnya pun tidak dijelaskan sama sekali. Seharusnya hal ini dapat dijelaskan dengan detail, sehingga efektivitas dan efisiensi dari pendekatan yang diajukan dapat diketahui keunggulannya. Dari pemahaman "machine learning" sendiri berarti "learn from past experience" berarti system ini seharusnya dapat "membelajarkan dirinya dari beberapa kejadian sebelumnya". Kurang lebih seperti itu karena kebetulan saya ngambil juga mata kuliahnya.
4. Didalam hasil research dari paper ini, belum dibandingkan mengenai kebutuhan akan perangkat kerasnya. Sehingga masih belum diketahui apakah mekanisme ini selain dapat digunakan untuk mereduksi rata-rata keterlambatan system seharusnya juga dapat digunakan untuk menurunkan spesifikasi kebutuhan perangkat keras, sehingga dapat menghemat biaya.
5. Nilai akurasi dari demand prediction masih dipertanyakan kesahihannya, sehingga masih merupakan suatu open problem. Ketika terjadi suatu kesalahan prediksi untuk nilai demand maka akan berpotensi menimbulkan error pada nilai dengan pendekatan ini.
6. Tidak hanya mekanisme regulasi penggunaaan energi saja yang harus dipertimbangkan tetapi pemilihan bahan dasar industrial untuk perangkat juga harus diperhatikan karena efisiensi juga bergantung dari bahan perangkat.
7. Untuk saran sebaiknya harus benar-benar dipertimbangkan mengenai supply, demand, dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Sebagaimana research yang sedang dilakukan oleh Association of Energy Engineers(AEE). Agar jangan sampai terulang kembali kejadian dimana telah diciptakan sebuah super computer yang sebenarnya untuk tujuan yang baik yaitu memantau terjadinya efek pemanasan global, akan tetapi ironisnya malah perangkat super computer tersebut semakin memperparah efek pemanasan global.
[Zhong05]:
Berkaitan dengan paper "Energy Efficiency of Handheld Computer Interfaces:
Limits, Characterization and Practice" dapat saya berikan sedikit komentar diantaranya:
1. Dari formulasi yang diberikan mengenai system energy efficiency, belum ditentukan parameter dari variable user productivity dengan jelas. Sehingga ini akan menyulitkan untuk melakukan perhitungan lebih lanjut.
2. Dengan solusi interface cache device, harus bener-bener dipastikan bahwa proses sinkronisasi antara perangkat PDA dengan interface cache device harus dapat menghemat pemakaian energi yang signifikan.
3. Menurut saya penghematan dapat juga dilakukan dengan melakukan dual mode pada LCD, dimana hal ini memerlukan sebuah software pendukung keputusan untuk dapat menentukan kapan seharusnya LCD harus digunakan dalam keadaan mode monochrom dan kapan harusnya menggunakan high resolution display. Hal ini tentunya akan dapat menghemat penggunaan daya listrik pada perangkat.
4. Merupakan issue yang menarik juga apabila ada research yang lebih menyoroti mengenai pembangkit energi alternative yang bersifat wearable misalkan seperti apa yang sudah pernah dibuat oleh perusahaan pembuat jam tangan SWATZ. Dimana energinya diperoleh dari denyut nadi si pemakai sehingga ini dapat dijadikan mekanisme cadangan untuk ketersediaan energy.
The top resources for math ---> http://www.Math.com/
No comments:
Post a Comment