Monday, November 23, 2009

[TDJarkom2009][Sesi5][0906503862 - Adi Wibowo] Noble97, Flinn99

[category TDJarkom2009]
[title Adi Wibowo (0906503862) - Noble97, Flinn99]


Flinn, J., Satyanarayanan, M.

Energy-aware Adaptation for Mobile Applications.

In Proceedings of the 17th ACM Symposium on Operating Systems and Principles.

Kiawah Island, SC, December, 1999.

 

Efisiensi energi menjadi sangat penting dan menjadi tantangan masa depan dalam masalah power yang terbatas di mobile computing. Paper ini membahas kolaboarsi antara sistem operasi dan aplikasi untuk memperpanjang durasi bateri. Dalam pengujian tahun 99 digunakan sistem operasi linux dan aplikasi yang energy-aware. Salah satu paltform yang telah dikembangkan dari tahun-tahun sebelumnya adalah Odyssey paltform.  Dari pengujian dapat dilihat bahwa adaptasi terhadap penggunaan baterai sesuai dengan permintaan sehingga dapat memperpanjang hidup baterai lebih lama.

Dalam paper lain yang serupa secara jelas terbesar penggunaan baterai adalah untuk wireless communication, yang pada saat posisi aktif dapat menghabiskan lebih cepat baterai. Hal ini juga masih di riset sampai saat ini seperti paper "Alisa Devlic , Alan Graf , Paolo Barone, Evaluation of context distribution methods via Bluetooth and WLAN: insights gained while examining battery power consumption, Proceedings of the 5th Annual International Conference on Mobile and Ubiquitous Systems: Computing, Networking, and Services, July 21-25, 2008, Dublin, Ireland ", yang berusaha membandingkan penggunaan 2 teknologi wireless, dan secara umum kosumsi energy bergantung kepada kebutuhan, sehingga dibutuhkan context-aware dalam kebutuhan user tersebut.

Sedangkan pada paper ini  "Yunsi Fei , Lin Zhong , Niraj K. Jha, An energy-aware framework for dynamic software management in mobile computing systems, ACM Transactions on Embedded Computing Systems (TECS), v.7 n.3, p.1-31, April 2008". Ditunjukan bagaimana merancang dan menerapkan software yang secara dinamis memanajemen baterai sesuai dengan prioritas dan kebijakan sesuai dengan kebutuhan aplikasi dapat meningkatkan panjang umur baterai juga. Hal ini tidak bergantung pada sistem operasi.

Sehingga secara garis besar, apabila semua teknik dalam Energy-aware dapat dikombinasikan, maka umur baterai semakin lama, ini juga dibarengi dengan pengembangan teknologi baterai itu sendiri. Karena semakin canggih suatu mobile device maka kosumsi baterai semakin besar juga.

 

Brian D. Noble , M. Satyanarayanan , Dushyanth Narayanan , James Eric Tilton , Jason Flinn , Kevin R. Walker, Agile application-aware adaptation for mobility, ACM SIGOPS Operating Systems Review, v.31 n.5, p.276-287, Dec. 1997

Dalam paper ini terdapat Key Feature of Application Adaption for Mobility yang menjadi dasar pengembangan selanjutnya, yaitu ; pertama adalah Fidelity yaitu secara singkat adalah ketepatan terhadap adaptasi aplikasi mobile. Yang kedua adalah Concurrency yaitu kemampuan untuk mengexecute berbagai aplikasi secara independen. Dan yang ketiga adalah Agility yaitu ketangkasan dan kecepatan dalam mendeteksi dan merespon dari ketersediaan sumber daya. Ketiga kunci ini adalah yang menjadi kesuksesan dalam pengembangan selanjutnya yaitu paltform Odyssey.

Sebenarnya dalam pengembangan selanjutnya, yang menarik adalah bagaimana suatu application adaption ini dapat memprediksi prilaku user tersebut, sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan dari user tersebut.

Setelah saya telusuri beberapa paper lain , hampir sebagian besar mengacu pada paper ini. Sehingga paper ini telah menjadi pionir untuk application adaption for mobility. Seperti paper Iqbal Mohomed, Jim Chengming Cai, Eyal De Lara  :URICA: Usage-awaRe Interactive Content Adaptation for mobile devices, EUROSYS, 2006. Hanping Lufei, Weisong Shi  :Energy-aware QoS for application sessions across multiple protocol domains in mobile computing, CN, 2007. Dan masih banyak lagi.

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment