Wednesday, November 18, 2009

[TDJarkom2009][Sesi4][ 906503774-Husmin Fajrin Hulinggi] Muthitacharoen01, Lee02b

[category TDJarkom2009]
[title Husmin Fajrin Hulinggi(906503774) - Muthitacharoen01, Lee02b]
 
A Low-bandwidth Network File System
Athicha Muthitacharoen, Benjie Chen, and David Mazi`eres
 
Seiring terus berkembangnya teknologi jaringan komputer, network file system yang mendukung
berbagi file, printer, dan sumber daya lainnya di dalam jaringan komputer, juga terus berkembang.
Dari semua network file systems yang ada, semua mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-
masing, tak luput juga kelemahan dalam mengatasi masalah kondisi jaringan yang low-bandwidth dan
yang mempunyai area yang luas. Walaupun kedua masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan
Ad hoc, tetap saja tidak bisa memecahkan kedua masalah tersebut. Misalkan saja dengan menyalin file
dari server, edit, dan upload file tersebut kembali ke server, walaupun solusi ini dapat mengatasi masalah
low-bandwidth (karena merubah file di komputer lokal/klien), namun dapat mengakibatkan terjadinya resiko
konflik proses update.
Untuk mengatasi masalah-masalah yang tidak bisa diatasi oleh semua network systems yang ada saat ini, maka
dalam paper yang berjudul A Low-bandwidth Network File System, Athicha Muthitacharoen, Benjie Chen, dan
David Mazieres mencoba mengembangkan sebuah network file system yang dikhususkan untuk kondisi jaringan 
yang low-bandwidth. LBFS atau Low-bandwitdth File System bekerja pada situasi dimana file systems yang lain
tidak bisa digunakan yaitu kondisi jaringan yang low-bandwidth karena LBFS dapat menghemat bandwidth
dengan cara melihat kesamaan dari file yang ada di cache dan di server. Untuk dapat mengetahui bagaimana hal
itu dapat dilakukan, penulis menjelaskan dalam papernya bahwa hal itu dapat dilakukan dengan cara menggunakan
hashing untuk memecah file yang kemudian diberikan index dari setiap pecahan file tersebut, setiap ada perubahan
di sisi klien, maka LBFS akan menyesuaikan setiap pecahan file tersebut dengan pecahan file yang sama yang ada
di server. Jika ada pecahan yang berbeda, maka pecahan itulah yang akan dikirimkan ke server, jelas proses ini
hanya membutuhkan bandwidth yang sedikit karena hanya mengirimkan bagian yang berubah dan bukan mengirimkan
file utuh yang jelas membutuhkan bandwidth yang tidak sedikit. Namun penulis juga menjelaskan bahwa untuk konsep
tersebut tidak mudah diterapkan, banyak kendala yang dihadapi.
Selain penjelasan mengenai desain LBFS, di paper ini juga ada penjelasan mengenai implementasi dari LBFS dan
juga ada evaluasi dari hasil implementasi tersebut. Jadi bisa dikatakan bahwa LBFS ini sudah cukup matang dan
dapat digunakan dalam jaringan komputer. Tapi pastinya LBFS akan terus berkembang seiring berkembangnya 
teknologi dari sisi klien yang akan terus berkembang
 
====================================================================================================
 
Operation Shipping for Mobile File Systems
Yui-Wah Lee, Member, IEEE, Kwong-Sak Leung, Senior Member, IEEE, and Mahadev Satyanarayanan, Fellow, IEEE
 
Di dalam mobile file systems, terdapat permasalahan yang mendasar tapi penting untuk diselesaikan. Permasalahan tersebut
muncul pada saat client yang terhubung dengan server mempunyai koneksi yang lemah dan di saat bersamaan melakukan
proses update file yang berukuran besar. Permasalahan ini dikenal dengan istilah bottleneck. Atas dasar masalah inilah
Yui-Wah Lee, Kwong-Sak Leung, dan Mahadev Satyanarayanan dalam paper yang berjudul Operation Shipping for Mobile File Systems
menawarkan mekanisme yang efisien yang disebut operation shipping atau operation-based update propagation. Pada dasarnya
mekanisme ini menggunakan surrogate yang diletakkan di antara client dan server.
Tidak hanya penjelasan bagaimana mekanisme tersebut bekerja, tapi juga di paper ini juga dijelaskan bagaimana hasil dari implementasi
mekanisme ini, dan kemudian mengevaluasinya. Walaupun mekanisme ini belum begitu ideal untuk melayani mobile client, tapi paling
tidak apa yang sudah dihasilkan dan dijelaskan di paper ini sudah satu langkah menuju standar ideal.

No comments:

Post a Comment