[category TDJarkom2009]
[title Jan Peter Alexander(0906503805) - Gaonkar08,Paulos08]
[Gaonkar08]
Perkembangan perangkat bergerak membuat sebuah telepon genggam memiliki berbagai macam sensor yang dapat dipakai dalam beraktivitas. Sensor-sensor seperti GPS, accelerometer, dan kamera menjadi hal yang umum di sebuah telepon genggam. Hal ini membuat sebuah aplikasi Micro-Blog dapat menjadi populer. Konsep yang dibawa pun sebagian besar sudah diterapkan oleh Twitter, sebuah penyedia microblogging umum yang populer.
Blogging atau penjurnalan pribadi yang dibagi secara daring sudah merupakan hal yang biasa akhir-akhir ini, sehingga seharusnya Micro-Blog tidak lagi perlu menguatirkan masalah privasi dan insentif untuk berbagi. Isu privasi sebenarnya dapat dilakukan dengan memberikan pilihan kepada pengguna mengenai per konten Micro-Blog. Skema publik, sosial, dan pribadi yang ditawarkan oleh [Gaonkar08] dapat diterapkan untuk mengatasi masalah privasi.
Metode pengumpulan data oleh Micro-Blog sebenarnya kurang efisien. Pengecekan posisi secara periodik oleh Micro-Blog menjadi kurang efisien karena tidak selalu dibutuhkan. Seharusnya, pengecekan cukup dilakukan ketika aplikasi Micro-Blog aktif dan query konten dilakukan ketika aplikasi sedang diakses. Skenario on-demand seperti ini dapat memperlama daya baterai. Selain itu, implementasi ACPI pada perangkat telepon pintar akhir-akhir ini dapat pula membantu aplikas Micro-Blog dalam menentukan modul-modulnya yang aktif dilatar.
Penggunaan Micro-Blog harus menerapkan API yang terbuka seperti media sosial yang populer lainnya seperti Twitter dan Facebook. Dengan API yang terbuka ini, terbuka kemungkinan pihak ketiga untuk terlibat dalam pengayaan fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengguna. API yang disampaikan kepada pihak ketiga tentunya harus memperhitungkan privasi dan term of agreement agar setiap pihak dapat menjamin integritas data-data sensitif.
---------------------------------------------------
[Paulos08]
People science merupakan sebuah pendekatan untuk menggunakan partisipasi massa dalam menghitung. Ada tiga teknologi kunci yang membuat people science ada(enabler); 1) Perangkat bergerak; 2) Sensor; 3) Standar terbuka (open standards). Tanpa ada ketiga komponen tersebut, sebuah jaringan informasi yang tertatar secara kolektif, baik secara anonim maupun tidak, tidak akan dapat terbentuk.
Regulasi dapat menjadi sebuah masalah dalam people science. Penyediaan data-data kepada sebuah pihak dapat menjadi masalah hukum dan bisa menjadi isu negara pada beberapa wilayah di dunia. Keabsahan dari data yang dikumpulkan, terutama anonim, dapat menjadi sebuah pertanyaan. Hal ini yang menyebabkan deregulasi, globalisasi, dan teknologi pemverifikasi menjadi isu yang penting yang perlu dikonsensuskan bersama.
Penggunaan dari people science seperti survai, penghitungan data, dan collective reporting sudah dapat dilakukan dengan perangkat genggam dewasa ini. Hal ini karena people science adalah sebuah data mining sosial yang terbuka. Oleh karena itu, setiap aplikasi yang hendak menerapkan people science harus memiliki kemampuan data mining terhadap data spesifik.
Dengan adanya spesifikasi terbuka (open standards), data-data yang tersedia dapat ditransformasikan sesuai dengan masing-masing aplikasi. Sehingga, setiap layanan yang berbeda menghasilkan obyektif yang berbeda. Dengan adanya pengayaan layanan seperti demikian, pada akhirnya masyarakat dapat menikmati berbagai layanan yang meningkatkan kualitas hidupnya.
Sebagai contoh, seorang komuter tertarik dalam pemilihan jalur transportasi dan seorang turis tertarik dengan lokasi-lokasi yang populer. Pemerintah lokal dapat mensensus dan mengawasi fasilitas-fasilitas publik yang dimilikinya dan dapat secara tepat menanamkan fasilitas-fasilitas umum sesuai dengan kecenderungan data yang disediakan oleh penduduknya.
People science menghadirkan sebuah teknologi yang mahal dan tak terjangkau dengan prinsip saling berbagi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment