[category TDJarkom2009]
[title Husmin Fajrin Hulinggi(906503774) - smailagic02, zieniewicz02]
saat ini sistem komputer tidaklah efektif, karena sistem komputer dapat mengalihkan perhatian user dan membanjiri user dengan data
yang belum tentu mereka butuhkan. jelas hal ini bertolak belakang dengan prinsip dari pervasive computing atau ubiquitous computing.
sedangkan interaksi manusia dan komputer dikatakan efektif jika sistem komputer dapat mempertahankan perhatian user dan mencegah agar
user tidak dibanjiri dengan data yang mungkin tidak diperlukan. hal inilah yang coba dicapai oleh Asim Smailagic dan Daniel Siewiorek di dalam projek Wearable Computers.
di paper ini dipaparkan apa tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan sistem wearable computers, di antaranya
pengidentifikasian bagaimana user berinteraksi dengan wearable computers secara efektif, dan tidak lagi menggunakan paradigma
lama yang umumnya memerlukan hubungan fisik antara user dan perangkat seperti keyboard dan mouse.
untuk menjawab semua tantangan yang dihadapi, mereka yang tergabung di dalam projek Wearable Computers, telah mengidentifikasi
empat prinsip dalam mendesain sistem wearable computers yaitu user interface model, input/output modalities, matching capabilities with application requirements,
dan quick interface evaluation. selain itu dijelaskan juga empat paradigma yang berguna untuk berbagai aplikasi di dalam wearable computers.
bukan hanya menjelaskan tantangan dalam mengembangkan sistem wearable computers, tapi juga menjelaskan beberapa sistem yang sudah
ada seperti VuMan 3, Navigator 2, TIA-P, MoCCA, dan GM/CMU Companion, untuk membuktikan empat paradigma yang telah dikemukakan
sebelumnya apakah sudah efektif atau tidak, dan juga mengevaluasi sistem-sistem tersebut.
paper ini akan sangat membantu bagi para pengembang pervasive atau ubiquitous computing karena sudah ada beberapa prinsip dasar
yang dapat membantu mengatasi masalah dan kendala yang dihadapi.
=================================================================================================================================================
setelah dijelaskan di paper sebelumnya bagaimana desain sistem wearable computers, maka di paper yang berjudul The Evolution of Army Wearable Computers,
akan menjelaskan penerapan sistem wearable computers di bidang militer khususnya angkatan darat. paper ini akan menjelaskan bagaimana sistem wearable computers
di bidang militer berkembang, mulai dari konsep awal dan prototipe, perampingan dan perbaikan, hingga arah dari produk masa depan. sistem yang dikembangkan adalah
Soldier Integrated Ensemble (SIPE) dan Land Warrior System. tujuan dari kedua sistem ini adalah untuk membantu tentara di medan perang dalam, sehingga sistem yang dikembangkan
haruslah bisa memenuhi kreteria wearable computers yaitu sistem ini nantinya harus bisa menyatu dengan tentara.
pengembangan awal dari wearable computers di bidang militer adalah SIPE. SIPE lahir melalui pandangan dari James Schoening yang membayangkan sebuah sistem
wearable computers berskala kecil yang terhubung dengan jaringan wireless dan mempunyai helmet-mounted display, yang dapat membantu tentara di medan perang.
bersama dengan Matt Zieniewicz, Schoening mencoba untuk mewujudkan pandangannya tersebut. karena merupakan hal baru, maka sistem ini masih mempunyai
banyak kekurangan. untuk menutupi kekurangan dari SIPE, maka dibuatlah sebuah sistem yang bernama Land Warrior System.
paper ini memaparkan secara lengkap mulai dari kebutuhan sistem, funsionalitas, desain dan arsitektur sistem, konfigurasi jaringan, dan percobaan terhadap sistem yang dibuat,
baik SIPE maupun Land Warrior System. hanya saja kelemahan dari sisi keamanan tidak dijelaskan di paper ini, seperti bagaimana mencegah jaringan dari penyadapan yang
dilakukan oleh pihak lawan. tidak lupa juga kendala yang dihadapi dalam pengembangan sistem wearable computers dipaparkan, seperti bagaimana SIPE dikembangkan
dengan keterbatasan hardware yang ada di pasaran, sehingga SIPE masih kurang optimal untuk dibawa oleh tentara karena ukurannya yang masih besar dan juga daya tahan
battery yang masih kurang lama. dari kekurangan yang ada di SIPE, dijelaskan pula bagaimana kekurangan-kekurangan tersebut mulai ditutupi di desain sistem yang baru yaitu
Land Warrior System, seperti bentuk hardware yang lebih kecil, dan juga bagaimana mengakali agar daya tahan battery menjadi lebih lama. sama halnya dengan sistem SIPE,
di Land Warrior System juga tidak dijelaskan bagaimana mengamankan jaringan dari penyadapan yang dilakukan oleh pihak musuh. selain itu di paper ini tidak dijelaskan
bagaimana kesulitan tentara mengoperasikan sistem komputer yang ada ditubuhnya dalam keadaan genting, karena sistem yang ada masih menggunakan paradigma input tradisional.
seiring dengan terus berkembangnya teknologi, maka tidak menutup kemungkinan penerapan wearable computers di bidang militer akan terus berkembang, seperti sistem
yang ada akan lebih menyatu lagi dengan tubuh penggunanya dan juga pengoperasian bisa menggunakan suara. jadi kita tunggu saja kelanjutannya.
Husmin F. H. - 906503774
No comments:
Post a Comment