Wednesday, November 11, 2009

[TDJarkom2009][Sesi2][0806444676-Rudi Airlangga] Shen07, Lee08

[category TDJarkom2009]
[title Rudi Airlangga (0806444676) - Shen07,Lee08]

MobiUS: Enable Together-Viewing Video Experience across Two Mobile Devices
[Shen07]
Menonton film dengan dua monitor di komputer atau menonton TV layar
lebar dengan menggunakan monitor-monitor yang disusun rapi sudah hal
yang sangat umum dalam dibeberapa waktu yang lalu. Namun apabila hal
tersebut dilakukan dengan menggunakan dua atau lebih HP atau mobile
device adalah hal yang tidak lazim. Dalam paper ini dilakukan percobaan
tersebut. Ketika menggunakan komputer, power yang tersedia tidak
terbatas, namun apabila menggunakan mobile devices tidak seperti itu
kejadiannya. 1 Komputer dibutuhkan untuk menjalankan film tersebut dalam
multiple monitor, sedangkan dalam mobile ketersedian computing power
tergantung dari berapa device yang tersambung, hal ini menjadi terbuang
percuma apabila hanya 1 yang menjalankan komputasi sedangkan yang lain
menganggur, dan tidak merata penggunaan baterai.
Dalam paper ini disebutkan ada beberapa cara menjalankan: Full frame dan
Half Frame Decoding (dan Colaborative). Dalam paper ini Half Frame
decoding mengalami banyak kendala. Sebenarnya ada cara-cara yang cukup
mudah mendistribusikan komputasi tersebut, seperti 1. Menjalankan secara
round-robin yakni device tersebut secara bergantian menjalankan Full
Frame Decoding (diperlukan resource sharing antar device), 2.
Menjalankan dengan format baru yang dalam penyimpanannya disimpan
penomoran ber-region-region sehingga masing-masing device dapat
menjalankannya dalam region tertentu saja, apabila terdapat 5 region
terbagi secara vertikal device 1 menjalanjan region 1-3 dan device 2
menjalankan region 3-5.
Penelitian ini cukup menarik, karena cara yang dikemukakan dalam paper
ini sangat rumit karena menghitung dari frame-frame penuh yang dibagi
secara manual menjadi half frame, ketika I frame (index) hal ini tidak
terlalu sulit karena gambar penuh tapi ketika menjalankan P frame atau
bahkan B frame mengkonstruksi semua itu dari I frame kemudian ke B / P
frame dan kemudian di bagi menjadi half frame, tentunya akan memakan
banyak komputasi dan power.

Hacking the Nintendo Wii Remote. [Lee08]
Wii Remote merupakan gebrakan controller yang interaktif, simple, cukup
akurat. Yang sangat menarik adalah sensor kamera infra merah dan
accelerometer yang memiliki kecepatan refresh rate yang cukup tinggi
(100hz). Sensor ini dapat digunakan untuk membuat sebuah alat yang
dilengkapi sensor seperti ini. Alat tersebut dapat berada di tematkan
sekeliling sebuah tempat atau jalan, atau dapat pula di pegang oleh
seseorang untuk memberikan informasi kepada sebuah device / komputer
agar device tersebut dapat mengkalkulasikan apa yang sedang atau
memprediksi apa yang dilakukan seseorang tersebut.
Banyak sekali bidang yang dapat dibantu, dan sangat terbantu dengan
adanya 2 sensor tersebut, dari yang simple seperti mengemulasikan
keyboard dan mouse dengan memakai Wii mote sampai yang keren seperti
membantu menentukan view-point dalam virtual reality. Begitu juga dalam
pervasive computing sensor ini akan sangat berguna untuk preprocessing
atas action yang akan diambil. Dengan komunikasi bluetooth tentu sangat
mudah di integrasikan dengan applikasi lain, atau dapat juga diganti
dengan alat komunikasi lain agar lebih kecil dalam penggunaan baterai.
Harga yang cukup murah merupakan salah satu nilai plus dari Wii mote ini
untuk berkembang dengan pesat karena semua orang dapat menulis source
code mereka sendiri, sehingga masih banyak lagi kemungkinan
pengembangan-pengembangan penggunaan Wiimote ini.

No comments:

Post a Comment