[category TDJarkom2009]
[title I Made Agus Setiawan(0906503793) - Want06,Pears09]
[Want06] An Introduction to RFID Technology
Comment :
Pada dasarnya teknologi RFID bisa dibilang bukan sesuatu yang baru, seperti yang dinyatakan pada paper, sudah ada sekitar 50 thn yang lalu, pada World War II untuk mengidentifikasi pesawat tempur dengan IFF System, hanya saja baru terkenal/muncul ke permukaan ketika diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari dalam skala besar seperti nametag, Inventory control, tracking system – stocks – sales - orders, pencegahan terhadap pencurian/pemalsuan, label airline luggage dll. Dan permasalahan yang dihadapi selama ini adalah biaya produksi. Namun dengan biaya produksi yang bisa dibilang cukup murah saat ini, $ 0.13 per tag, hal tersebut diatas memungkinkan dilakukan.
Namun sebenarnya permasalahan biaya produksi bisa dikesampingkan ,dengan kondisi saat ini (cost/tag sudah rendah) jika ingin menerapkan RFID, karena hal ini hanya masalah pengambilan keputusan saja. Ketika diterapkan pada Inventory Control (Perpustakaan), itu adalah bagian dari investasi dibandingkan dengan keuntungan kemudahan yang didapat, itupun RFID tag akan selalu menempel pada buku.
Lain halnya kalau ingin diterapkan pada penjualan suatu barang dimana tag tersebut diambil oleh pembeli, seperti barcode saat ini, karena harga RFID tag masih lebih mahal dari barcode,yang bisa dibilang $0, cost dari tag merupakan komponen yang sangat berpengaruh, apalagi kalau harga dari barang dibawah harga RFID tag, impossible dari sisi bisnis.
Salah satu cara yang mungkin dilakukan adalah kombinasi barcode dengan RFID dimana untuk barang-barang yg murah, digunakan barcode, sedangkan barang yang mahal digunakan RFID dimana hanya dipasangkan ketika masih di toko, namun dilepas di kasir ketika dilakukan proses pembayaran.
Hal yang perlu dikembangkan juga adalah dari sisi communication security antara tag reader dengan RFID tag, sehingga tidak sembarang tag reader bisa membaca RFID tag yang ada, kemudian perlu juga ditunjang dengan data security/data encription mis. Menggunakan metode RSA,DES,3DES dll dengan protokol komunikasi yang mendukung sehingga masalah privacy, pencurian informasi bisa dihindari. Dan satu hal yang bisa melengkapi untuk masalah ini adalah REGULASI, untuk menjamin hak masyarakat.
Terlepas dari sisi negatif yang mungkin ditimbulkan akibat dari implementasi RFID, teknologi ini menawarkan sesuatu yang sangat menjanjikan kedepannya dan dapat memberikan banyak kemudahan, dapat mereduksi proses yang saat ini harus dilakukan dengan bantuan operator, dan tingkat akurasi terhadap suatu proses pun dapat ditingkatkan, dan mungkin saja pada akhirnya bisa menggantikan sistem identifikasi yang sudah ada sekarang seperti barcode secara keseluruhan.
[Pears09] Smart Phone Interaction with Registered Displays
Comment :
Pada dasarnya ide yang ditawarkan melalui paper ini adalah bagaimana user bisa berinteraksi dengan public display tidak secara langsung, melainkan melalui smart phone device yang dimiliki user yang bersifat mobile.
- Konsep yang ditawarkan mirip dengan Remote Desktop Connetion/Remote Administrator Application dimana suatu display komputer entah berada dimana, bisa dikontrol melalui komputer yang lain dengan syarat terhubung ke jaringan (wireless/wired), hanya saja lingkungannya sedikit berbeda, pada RDC, kebanyakan lingkungan komputer yang me-remote mirip dengan yang di-remote(computer-to-computer) - lingkungan kontrolnya sama, sedangkan pada paper ini, lingkungan yang me-remote (smart phone) memiliki lingkungan yang berbeda dengan display yang diremote seperti keterbatasan pada sisi input device, display size, connection type.
- Konsep yang mirip lainnya adalah seperti wireless pointer/wireless mouse dimana device yang digunakan menggantikan cable mouse yang terpasang di komputer dengan menggunakan koneksi bluetooth/infrared.
- Hal yang harus diperhatikan adalah device mana yang memegang kontrol terhadap public display tersebut, apakah smart phone user atau public display itu sendiri atau bahkan mekanisme display sniffing: keduanya bisa mengontrol secara bersama-sama.
- Apakah teknologi ini diperuntukkan untuk lebih dari satu pengguna pada saat yang sama, mis. 2 smart phone terhubung/register ke display yang sama secara bersamaan? Hal ini berkaitan dengan no (1)
- Dengan memanfaatkan kamera yang ada di smartphone untuk mendeteksi kordinat public display yang berasosiasi dengan smartphone display, maka dibutuhkan posisi smartphone yang stabil selama proses interaksi terjadi, mengingat smartphone adalah piranti genggam, apakah tidak susah menjaga kestabilannya?
- Apakah dengan konsep seperti ini akan memberikan kemudahan bagi pengguna atau bahkan malah mempersulit? Seperti yang ditulis pada awal paper, salah satu keinginannya adalah dapat berinteraksi dengan public display/bertransaksi informasi secara pervasive, mengingat koneksi yang digunakan Bluetooth, dengan range sekitar 10m-20m, bukannya lebih mudah untuk meminta saja langsung informasinya ke agen pemasarannya,(mis. Info digital)?
- Yang ditawarkan apakah kenyamanan, kemudahan atau hanya menawarkan cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan device lain? belum terlalu jelas disampaikan dalam paper, secara eksplisit maupun implisit.
I Made Agus Setiawan
No comments:
Post a Comment