Wednesday, November 11, 2009

[TDJarkom2009][Sesi2][0906503856-Revaldo Ilfestra Metzi Zen] Shen07, Lee08

[category TDJarkom2009]
[title Revaldo Ilfestra Metzi Zen(0906503856) - Shen07, Lee08]

Hacking the Nintendo Wii Remote

Salah satu console yang terkenal yaitu Nintendo Wii, memiliki cara bermain
yang unik disebabkan controllernya yang cukup berbeda dengan console
biasanya. Pemain Wii menggerakan controller tersebut kemudian akan
bereaksi terhadap permainan yang sedang dimainkan. Controllernya dinamakan
Wiimote. Ternyata Wiimote ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi daripada
hanya untuk bermain. Wiimote ini memiliki Infrared camera tracker,
Accelerometer, Buttons, Vibration motor, Light-emitting diodes, Speaker,
Bluetooth connectivity, Internal flash memory, Expansion port, dan
Batteries. Dengan harga sebesar 40$, bisa didapatkan sebuah device yang
memiliki multi fungsi dibandingkan kita membeli alatnya masing-masing.
Penulis paper ini memberikan riset-riset yang dia lakukan dengan alat ini.
Ada 4 riset yang dia lakukan yaitu Finger and object tracking, Interactive
whiteboards and tablet displays, Head tracking for desktop VR displays,
dan Spatial augmented reality. Penulis paper ini juga menyebutkan
proyek-proyek lain yang menggunakan Wiimote ini yaitu 3D motion tracking,
Tracking objects with ID, IR glyphs, Laser tag dan Gesture recognition.

Seperti yang dijelaskan dalam paper, alat ini hanya dioperasikan untuk 1
orang, semoga dalam perkembangannya lebih lanjut dapat digunakan oleh 2
orang atau lebih sehingga, kegunaan dari alat ini dapat lebih banyak.
Kekurangan dari alat ini adalah dalam hal menghubungkan dengan alat lain,
karena alat tersebut hanya menggunakan koneksi bluetooth maka hanya dapat
berhubungan dengan 1 device, diharapkan dapat ditanamkan ke Wiimote alat
koneksi selain bluetooth seperti zigBee yang bisa dikoneksikan lebih dari
2 device.

MobiUS: Enable Together-Viewing Video Experience across Two Mobile Devices

Paper ini membahas tentang penelitian tentang menonton satu video dengan
menggunakan dua layar mobile phone atau PDA menggunakan koneksi bluetooth
atau wifi. Penelitian ini banyak memiliki kendala yaitu bagaimana
masing-masing device mensinkronisasi dengan device lainnya, metode yang
digunakan harus mengkonsumsi power sedikit mungkin, dan juga harus
adaptive, sebagai contoh jika mobile phone yang satu dijauhkan, maka video
harus tetap jalan di mobile device lainnya lagi secara full size.Tujuan
dari penelitian ini adalah bagaimana dampaknya pada kehidupan sosial
sehingga sesorang dapat menikmati video bersama dengan mobile devicenya.

Didalam paper ini dijelaskan dua metode yang digunakan, yaitu Full-Frame
Decoding-based Approaches dan Half-Frame Decoding-based Approaches. Pada
Full-Frame Decoding-based Approaches, satu video di decoding di satu
mobile device kemudian membagikan setengah hasilnya ke mobile device yang
lainnya, dengan menggunakan metode ini sangat menghabiskan baterai mobile
device yang satunya karena dia yang mendecode dan juga mengirimkan ke
mobile device yang satu lagi. Sehingga dalam paper ini digunakan metode
yang kedua yaitu Half-Frame Decoding-based Approaches. Metode ini membagi
dua file dari awal kemudian masing-masing mobile phone mendecode dan
menjalankan setengah videonya. Half-Frame Decoding-based Approaches juga
memiliki dua pendekatan, yaitu whole-bitstream transmission(WTHD) dan
partial-bitstream transmission (PTHD), dimana WTHD mendecode keseluruhan
video, dan PTHD hanya sebagian. Pendekatan PTHD digunakan karena lebih
effisien dalam energi.

Menurut saya dari paper ini dapat dikembangkan lagi menonton dengan tidak
hanya dua mobile phone, tapi lebih dari dua. Dari sini juga dapat
dikembangkan pula bagaimana algoritma yang efektif dalam mendecode video
tersebut, hal ini menjadi penting karena mobile phone kekuatan
komputasinya minim sekali. Di paper ini juga digunakan dua mobile phone
yang sama modelnya, oleh karena itu diharapkan dapat menonton pada dua
mobile phone dengan layar yang berbeda. Saya berpikir layar mobile phone
yang lebih besar menyesuaikan dengan layar mobile phone yang lebih kecil.
Namun jika seperti itu layar mobile phone yang besar ada yang tidak
terpakai.

No comments:

Post a Comment