Sunday, November 15, 2009

[TDJarkom2009][Sesi3][906503780-I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan]Lopes03,Bhagwat96

[category TDJarkom2009]

[title I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan(906503780) – Lopes03, Bhagwat96]


[Lopes03]:

Berikut adalah beberapa hal yang dirasa perlu untuk diperhatikan berkaitan dengan paper "Acoustic Modem for Ubiquitous Computing"

1.      Masih belum dibahas mengenai protocol jaringan yang digunakan pada acoustic modem ini pada berbagai device secara comprehensive.

2.      Begitu pula protocol pada mobile node tidak diberikan pembahasan yang jelas.

3.      Tentu diperlukan research lebih lanjut mengenai implementasi mobile computing berkaitan dengan komunikasi bawah air.

4.      Pada saat dilakukan transmit data, masih berpotensi terjadi transmission interference karena mungkin saja ada gelombang suara dari sumber lain yang dapat mengganggu.

5.      Perlu dipikirkan mengenai mapping antara architecture aplikasi dengan architecture pada design jaringan komputernya.

6.      Untuk security tentunya ada solusi yang dapat diberikan. Misalnya menggunakan Advance Encryption Standard(AES). Karena ini merupakan standard dari NIST.

7.      Karena protocol netwok yang digunakan masih belum universal untuk dapat menghandle komunikasi bawah air, maka akan terjadi kesulitan dalam rancang bangun aplikasi/softwarenya.

8.      Masih belum dibahas mengenai penanganan weak connectivity atau bahkan disconnected. Mungkin untuk mekanisme ini CODA bias membantu.

 

 

[Bhagwat96]:

Menurut pandangan saya, tidak hanya 3 hal saja yaitu Address Translation Agents(ATAs), Forwarding Agent(FA), Location Directory(LD) yang harus diperhatikan akan tetapi ada beberapa hal yang bersifat dasar yang belum dibahas dalam solusi paper ini:

1.      Move discovery, digunakan untuk mengetahui ke access point(AP) mana suatu mobile node terhubung.

2.      Location discovery, Location discovery akan menerima advertisement yang berisikan mengenai IP address berapa yang akan diberikan untuk Foreign Agent(FA).

3.      Untuk Update signaling,dilakukan via Registration Request(RRQ), dan Registration Reply(RRP) antara mobile IP client dan Home Agent. Dan dalam hal ini harus memanfaatkan crypthographic signature agar kita yakin bahwa paket tidak mengalami perubahan.

4.      Path re-establishment, adalah mechanisme yang digunakan untuk memungkinkan mobile node untuk menerima paket yang dikirimkan dari database/repository.

5.      Belum dibahas mengenai Care Of Address(COA), dimana mechanisme ini dilakukan sepenuhnya oleh Foreign Agent untuk mobile node. Dalam proses ini foreign agent akan menyediakan beberapa/list address untuk mobile node yang akan terhubung ke foreign agent tersebut.

6.      Belum dibahas mengenai Agent Discovery, yaitu mekanisme yang bertujuan untuk menentukan foreign agent dan foreign network yang baru oleh mobile node.

7.      Tidak dibahas secara mendalam mengenai host mobility, padahal ini merupakan masalah yang tidak kalah pentingnya dengan problem yang lain. Karena saya melihat inter-network protocol yang ada belum sepenuhnya dapat menghandle host mobility dengan baik. Untuk itu perlu kiranya dicarikan solusi untuk mobile protocol yang baik.

8.      Foreign agent(FA) menyediakan Care Of Address(COA) untuk mobile node yang baru terhubung. Ketika mobile node tersebut berpindah lagi ke foreign network yang lain maka ia akan meninggalkan address dari foreign network yang tadi. Ini sekaligus menjadi kelemahan dari mekanisme ini. Karena mungkin saja address ini masih diacu oleh mobile node yang lain.

9.      Masih belum dibahas mengenai penanganan weak connectivity atau bahkan disconnected.

10.  Dari beberapa mobile protocol yang sudah pernah diajukan masih belum bisa memenuhi route optimization dan authentication.


 

The top resources for math  ---> http://www.Math.com/

No comments:

Post a Comment