[category TDJarkom2009]
[title Riza Azmi (0906593265) - balasubramaniam04,heidemann01]
Vertical Handover Supporting Pervasive Computing in Future Wireless Networks
Balasubramaniam et. al dalam papernya Vertical Handover Supporting Pervasive Computing in Future Wireless Networks mengajukan konsep Vertical Handover. Vertical Handover di sini berbeda dengan Horizontal Handover dimana dalam konsep Vertical Handover teknologi yang digunakan berbeda misalnya handover jaringan UMTS ke jaringan Wi-Fi. Hal ini diumpamakan dalam Vertical Handover, jika user terkoneksi ke dalam suatu jaringan internet menggunakan UMTS menggunakan CellPhone user, kemudian di sekitarnya terdapat jaringan Wi-Fi, maka secara intelligent jaringan akan berpindah ke Wi-Fi dengan pertimbangan koneksi yang lebih cepat dan lebih stabil. Namun, jika sinyal Wi-Fi melemah maka UMTS lebih preferable dengan asumsi UMTS memiliki jangkauan yang lebih luas. Komentar saya terhadap paper ini, paper lebih bersifat generalisasi terhadap handover yang terjadi dalam dunia celluler (horizontal handover) namun dengan teknologi yang berbeda serta dengan menambahkan atribut profiling setiap user. Dalam hal ini, intelligent system harus juga disertakan, sehingga system dapat belajar dengan konfigurasi dari user. Disamping itu, paper belum membahas tentang keamanan jaringan, dimana dalam perpindahan jaringan dari trusted network (e.g CellPhone user) ke undefined network dapat saja terjadi isu pemotongan oleh network intruder. Dengan melakukan pengesetan jaringan wireless dengan menggunakan nama umum tertentu yang seolah-olah terpercaya di area publik, intruder bisa saja "mengecoh" user dan melakukan penyadapan ditengah transaksi yang dilakukannya (misalnya transaksi PIN ke PayPal). Pemberian nama tertentu misalkan Public-Airport-Gate-A bisa saja mngecoh pengguna yang ceroboh. Maka dalam hal ini diperlukannya suatu mekanisme misalnya sertifikasi trusted network yang menjamin keamanan suatu jaringan. Disamping itu, dalam rangka profiling jaringan, pada langkah awal juga perlukan mekanisme interupsi dari user agar sistem secara cerdas belajar. Pertimbangan lainnya yang perlu diperhatikan adalah, jika user terlalu mobile, maka data profiling akan semakin besar, dan intelligent-system menjadi lebih lambat. Disamping itu, diperlukan mekanisme handover yang smooth sehingga secara aplikasi, jaringan tidak terganggu dan user tidak menyadari adanya perpindahan.
Building Efficient Wireless Sensor Networks with Low-Level Naming
John Heidemann et. al. dalam papernya Building Efficient Wireless Sensor Networks with Low-Level Naming mengungkapkan idenya tentang penamaan Sensor Network yang terbebas dari layer-layer yang ada di traditional networking. Dalam paper ini dijelaskan bahwa penamaan sensor network di Low-Level memberikan beberapa keuntungan diantaranya mengurangi communication overhead (cost) network, hal ini dikarenakan efektifitas dalam penggunaan layer itu sendiri. Dalam paper ini disebutkan bahwa pengurangan trafik turun berkisar 42%. Namun dalam hal ini terdapat tradeoff atau future work yang perlu di diskusikan yaitu
Dengan reducing communication overhead, menyebabkan sistem tidak reliable. Hal ini karena terjadi "pemotongan" layer-layer komunikasi. Sehingga, kehandalan komunikasi tidak dijamin.
Penulis secara tidak langsung mengungkapka tradeoff antara bandwidht serta consumption power dengan communication delay. Dalam kasus Low-Level Naming, dapat terjadi delay yang cukup besar karena demi penghematan bandwidht serta daya.
Adanya delay yang juga berbanding lurus dengan banyaknya pemprosesan di dalam penerapan sistem (misalnya matching id, handling unique id etc).
Skalabilitas sistem jika diuji dalam sistem dengan jumlah sensor network yang besar. Hal ini disebabkan pemrosesan matching cost berbanding lurus dengan besarnya sensor.
Secara umum, sistem yang diajukan belum sepenuhnya robust dan konsep perlu penyempurnaan lebih lanjut
--
/*Simple thing should be simple; complex thing should be possible*/
No comments:
Post a Comment