[title Bayu Distiawan (0906644511) - Choudhury08, McCaffrey08]
Paper pertama berjudul "The Mobile Sensing Platform: An Embedded Activity
Recognition System" bercerita mengenai sebuah sistem yang dikembangkan
untuk mengenali aktivitas seseorang, seperti berjalan, berlari, memasak
dan lain-lain. Pada paper ini telah diceritakan beberapa versi dari
pengembagan sistem tersebut. Pada masing-masing versi terdapat perbedaan
fokus pengembangan, pada versi pertama fokusnya adalah mengenai wireless
multimodal sensing, sedangkan pada versi kedua fokusnya adalahlocal
storage, better processor dan battery life.
Sistem ini berkaitan erat dengan machine learning, dimana untuk mengenali
sebuah aktivitas diperlukan inference engine untuk mengklasifikasikan
aktivitas dari sensor yang diterima oleh sistem. Salah satu masalah yang
kurang dijelaskan secara mendalam pada paper ini adalah maslah storage.
Masalah yang diungkapkan pada paper ini berkaitan dengan local strage dari
external device, yang kemudian muncul dari permasalahan tersebut adalah
kemampuan baterai dari external device tersebut. Padahal ada hal yang
cukup perlu diperhatikan adalah seberapa besar storage yang diperlukan
untuk menyimpan data training untuk membuat sebuah inference engine.
Hal lain yang saya kurang setuju adalah perkembangan inference engine
untuk sistem pada versi 3. Disebutkan dalam paper dimana sistem versi 3
tersebut berusaha mengurangi jumlah labeled training data dan menggunakan
semi supervised machine learning algorithm untuk memanfaatkan unlabeled
training data. Hal ini dilakukan karena masih minimnya labeled training
data yang dimiliki, namun pemanfaatan unlabeled training data akan
memperberat kinerja inference engine dimana seperti kita ketahui
penggunaan semi supervised machine learning algorithm akan memakan waktu
yang jauh lebih lama dan memerlukan storage yang lebih besar.
Paper kedua berjudul "Swallowable-Capsule Technology" bercerita mengenai
sebuah teknologi capsul yang digunakan untuk mendeteksi penyakit
pencernaan. teknologi ini sudah mulai dibicarakan sejak tahun 1957. Saat
ini sudah banyak sekali kapsul komersial yang diproduksi. Kasul-kapsul
tersebut memberikan banyak informasi mengenai saluran pencernaan pasien.
Ada kapsul yang khusus memberikan informasi mengenai temperatur dalam
saluran pencernaan pasien, gambar dari serangkaian saluran pencernaan
pasien, dan bahkan ada kapsul yang dilengkapi dengan multisensor
(temperatur, tekanan, gambar, pH, dll).
Hal pertama yang ingin saya komentari disini adalah mengenai capsule
dengan multisensor. Pada paper ini kurang menjelaskan mengenai mekanisme
pengolahan informasi yang didapatkan dari multiple sensor, sehingga
gambaran mengenai technical challenge untuk menghilangkan noise multiple
sensor ini masih belum diperdalam. Selain itu pada capsule dengan
multisensor tahap transfer informasi dilakukan dua kali yaitu yang pertama
ke receiver (external device) dan kemudian dari receiver informasi
tersebut di transfer lagi ke pc atau laptop. Bukankah akan lebih menghenat
resource jika informasi bisa langsung dikirimkan ke pc atau laptop.
Hal terakhir yang ingin saya sampaikan adalah masalah riset yang masih
bisa dikembangkan. Ada dua hal yang bisa dilakukan, yang pertama merujuk
pada riset mengenai controlling locamotion. Hal yang mungkin masih bisa
ditambahkan adalah mengenai capsule yang dapat dikendalikan oleh dokter
hingga mencapai bagian yang didiagnosa ada permasalahan dan kemudian
setelah sampai pada bagian tersebut capsule baru secara aktif mencari
permasalahan dan mengirimkan informasinya ke laptop. Hal kedua adalah
menciptakan smart capsule, yaitu capsule yang sudah diberi informasi
mengenai bagaimana kondisi normal dari pasien dan apabila menerima sensor
adanya perbedaan dari kondisi normal, maka capsule tersebut akan
memberikan saran diagnosa mengenai permasalahan yang ada dalam tubuh
pasien.
No comments:
Post a Comment