Saturday, November 14, 2009

[TDJarkom2009][Sesi3][0906644511-Bayu Distiawan Trisedya] Haartsen00, Ribeiro05

[category TDJarkom2009]
[title Bayu Distiawan (0906644511) - Haartsen00, Ribeiro05]

Radio system yang banyak ada saat ini sebagian besar menggunakan
arsitektur radio selular. Untuk memanfaatkan teknologi tersebut sebuah
perangkat harus meng-establish koneksi ke satu atau beberapa base station
yang terhubung ke jaringan internet menggunakan wired connection. Base
station tersebut akan menjadi controller untuk koneksi tiap-tiap device
yang terdaftar pada masing-masing base station. Skenario tersebut
merupakan salah satu jenis dari Ad Hoc Radio Connectivity. Pada paper yang
berjudul The Bluetooth Radio System oleh Jaap C. Haartsen ini dijelaskan
Ad Hoc Radio Connectivity lain yang menggunakan teknologi bluetooth.

Hal yang perlu diamati pada Ad Hoc Radio Connectivity menggunakan
teknologi bluetooth adalah keterbatasan topologi yaitu dimana satu grup
hanya dapat berisi tujuh mobile device yang disebut piconet. Dengan adanya
keterbatasan tersebut, maka diperlukan interkoneksi antar piconet untuk
memperluas Ad Hoc Radio Connectivity yang ingin dibangun. Dengan adanya
interkoneksi antar piconet maka diperlukan sebuah routing protocol antar
piconet, agar sebuah device A dapat langsung berkomunikasi dengan device B
lain pada piconet lain tanpa harus berpindah ke piconet device B.

Selain routing protocol antar piconet diperlukan juga sebuah mekanisme
untuk mempertahankan konektivitas, karena dengan Ad Hoc Radio Connectivity
menggunakan bluetooth tersebut, tidak akan ada device yang dedicated,
artinya sebuah device setiap saat dapat memutuskan koneksi sehingga
apabila device tersebut termasuk dalam routing path koneksi data device
lain, maka koneksi tersebut akan terganggu. Mekanisme untuk mempertahankan
koneksi tersebut dapat berupa dynamic routing protocol, atau mungkin saja
digunkan sebuah dedicated device untuk mempertahankan koneksi yang ada.

Paper kedua berjudul Bringing Wireless Access to the Automobile oleh
Connie Riberio. Paper ini mengusulkan sebuah infrastruktur baru yang dapat
digunakan untuk koneksi wireless pada moble device yang bergerak dengan
kecepatan tinggi deperti device yang terpasang pada sebuah kendaraan
mobil, motor, dan lain sebagainya. Paper ini membahas empat buah teknologi
yang ada sekarang ini yang dapat dimanfaatkan untuk membuat infrastruktur
Wireless Access to the Automobile menjadi nyata. Keempat teknologi yang
dibahas adalah WiFi, WiMax, MBWA, dan 3G.

Dengan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknologi yang ada,
Riberio mengusulkan untuk menggabungkan WiMax dan MBWA untuk mengembangkan
infrastruktur Wireless Access to the Automobile. Tantangan yang masih
belum banyak dibahas dari usulan kombinasi teknologi WiMax dan MBWA adalah
mengenai handoff dari jaringan WiMax ke MBWA dan sebaliknya. Tentu dengan
adanya perbedaan karakteristik dari kedua teknologi tersebut diperlukan
sebuah metode atau protocol untuk handoff, sehingga nantinya device yang
akan dikembangkan dapat digunakan dengan nyaman oleh penggunanya.

Tantangan lain yang menarik untuk infrastruktur baru ini adalah penggunaan
infrastruktur tersebut untuk device pada kendaraan-kendaraan yang sangat
cepat seperti pesawat. Apakah infratruktur tersebut dapat memberikan
layanan yang maksimal untuk kendaraan super cepat itu. Atau diperlukan
mekanisme lain seperti Mobile-IP dan lain sebagainya untuk membantu
memberikan layanan yang maksimal.

No comments:

Post a Comment