[title I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan(906503780) - Smailagic02,
Zieniewicz02]
Kritik untuk paper [Smailagic02]:
1. Masih belum jelas tentang protocol yang diadopsi untuk bisa
merealisasikan desain yang baik dari "wearable and context aware
computers"
2. Sebaiknya dibahas mengenai Human Computer Interaction (HCI) berkaitan
dengan topic ini seperti:
a. Didasarkan pada User Centered Design : Harus didasarkan pada kebutuhan
user, bukan didasarkan pada pandangan developer.
b. Usability , harus benar2 berguna bagi yang memakai/berbasis fungsi.
c. User friendly/gampang digunakan,
d. What You See What You Get (WYSWYG), artinya begitu melihat langsung
bisa menggunakan/mengoperasikannya.
3. Karena user interface dari wearable computer sangat kecil mungkin akan
menimbulkan masalah seperti misalnya ukuran LCD yang kecil akan sulit
untuk dilihat dengan jelas.
4. Perangkat ini menggantungkan hidupnya pada tenaga battery sehingga ini
masih menjadi masalah utama, mengingat daya tahan battery maksimal Cuma 5
jam.
5. Masih belum dibahas rancangan yang robust terhadap gangguan pada
lingkungan sekitar seperti panas, cuaca, dan transmission interference,
benturan benda keras, cairan. Misalnya bentuknya berupa pakaian, harusnya
tidak akan rusak apabila dicuci.
6. Karena wearable and context aware computer sangat banyak, mungkin ini
butuh desain platform yang benar2 universal sifatnya.
7. Mekanisme penanganan traffic jaringan belum juga dibahas.
8. Belum diperhatikan mengenai mapping dari setiap hardware secara virtual
dengan wireless infrastructure ke protocol aplikasi dan juga device.
9. Dalam hal ini juga belum dibahas mengenai kesesuaian aplikasi dalam
mensupport disappearing hardware.
10. Harus digunakan bahan yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu
kesehatan.
11. Bagaimana dengan regulasi transmisi jaringan dari pemerintah, bukankah
yang satu ini sering jadi penghambat ketika kita ingin implementasi
sesuatu??
12. Sepengetahuan saya, jika kita mengenakan wearable computers akan
sedikit merepotkan apabila kita sedang berada di bandara, karena bisa
dicurigai sebagai terrorist.
Saran:
1. Agar tidak menggantungkan kebutuhan power pada battery, mungkin berikut
ini bisa jadi solusi:
a. Membuat system energi alternative dari panas tubuh yang dihasilkan dari
manusia yang memakainya.
b. Memanfaatkan energi kinetic (berdasarkan potensial gerak) dari tubuh
manusia. Contoh: beberapa merek arloji sudah pakai system ini.
c. Memanfaatkan energi denyut nadi/jantung untuk pembangkit sumber daya.
Contoh: Arloji Swats
d. Atau dari solar cell.
2. Ketika dibutuhkan sensor network, mungkin Zigbee bisa jadi solusi
mengingat ukuran yang kecil, fitur yang banyak, dan kebutuhan sumber daya
yang kecil.
3. Untuk kebutuhan yang sifatnya rahasia, mungkin bisa dirancang wearable
computers yang dapat menyatu dengan jaringan tubuh, seperti bisa mirip
seperti gigi, mirip bola mata.
Kritik untuk paper [Zieniewicz02]:
1. Tentunya secara umum komentar saya tentang paper yang kedua ini mirip
dengan yang pertama yaitu masih menyoroti masalah Human Computer
Interaction (HCI), yang harusnya bisa disesuaikan dengan kondisi fisik dan
SDM dari tentara. Terutama kemudahan untuk digunakan, karena seorang
tentara bukanlah seorang programmer yang paham betul dengan computer. Jadi
disain dari army wearable computer ini harus dibuat sedemikian hingga
gampang untuk digunakan. Jangan sampai tentara jadi stress karena harus
belajar computer, tetapi harus merasa terbantu dengan army wearable
computer ini.
2. Bagaimana dengan pemilihan media storage yang robust?? Karena medan
perang sangat sering terjadi benturan, gesekan ,ledakan dll. Sebaiknya
digunakan media storage yang berbentuk padat mirip mekanisme solid state
pada flashdisk, bukan seperti hardisk yang berupa cakram berputar.
3. Dalam paper ini belum dijelaskan mengenai pemanfaatan sensor network,
padahal untuk keperluan prajurit perang sangat dibutuhkan sensor network
sbgai salah satu perangkat untuk monitoring di medan tempur.
4. Dengan menggunakan media computer di medan perang tentunya akan sangat
mudah terpantau oleh radar musuh, sehingga perlu dipikirkan solusi lebih
lanjut mengenai secret and security.
5. Belum dibahas tentang pemilihan protocol, platform, dan aplikasi yang
handal untuk army wearable computer. Walaupun sudah sempat dibahas
mengenai OS dan aplikasi, namun belum berhasil dibuat yang benar2
universal dan robust.
6. Harus dipikirkan dampaknya, karena prajurit jadi ketergantungan dengan
keberadaan perangkat ini.
7. Future work: mungkin bisa dipikirkan untuk masa mendatang tentang
"invisible army wearable computers" yang berfungsi untuk membantu
kamuflase seorang prajurit.
No comments:
Post a Comment